Pagi itu Rabu 5 Mei 2010 jam 09.00 Sudah banyak dari anggota Internet Club (IC) yang sudah duduk-duduk di depan UKM, sambil bercanda, dan ada beberapa yang sibuk menyiapkan surat dispensasi untuk mangkir kuliah. Memang hari itu menjadi schedule yang telah ditetapkan dari Suara Merdeka kepada IC untuk bisa berkunjung ke suara merdeka di Jalan raya Kaligawe km. 5 Semarang. dengan penuh semangat dan antusias kami bergegas berangkat jam 10.00 menggunakan bus kampus. Kunjungan yang kami laksanakan kali ini adalah untuk belajar menimba ilmu mengenai dunia jurnalistik yang sekarang juga mulai digeluti IC melalui majalah bulanan Cyber Media.
Setelah kami sampai di Suara Merdeka, kami bertemu dengan bapak Ali, administrator jaringan dan ITnya di SM. Beliau yang awalnya menyambut kami di ruang sidang lantai 3. Dari beliau kami tahu bagaimana proses singkat dari awalnya hanya sebuah informasi di lapangan bisa menjadi bahasa tulis yang dicetak dan disebarluaskan ke berbagai daerah dalam Provinsi Jawa Tengah dengan nama Suara Merdeka. Warta Suara merdeka yang telah berkiprah 60 tahun dalam dunia berita ini tiap harinya memproduksi kurang lebih 125 ribu Koran yang didstrubusikan dengan daerah paling jauh Banyumas untuk wilayah barat. Dari ruang sidang lantai 3 juga Divisi Cyber Media menerima banyak masukan dari Bapak Ali bagaimana mengolah majalah kami agar tetap eksis dan menjadikannya lebih berkualitas dan tentunya masukan ini menjadi harapan kami dari IC dan Civisi Cyber Media agar majalah yang telah terbit 5 kali ini bisa lebih diminati di kalangan akademisi Unisbank.
Dari lantai 3 kami juga diajak turun ke lantai 2 yang menjadi tempat untuk mengolah informasinya. Ruang redaksi itulah nama dari ruang ini. Banyak kami temukan ruang yang disekat-sekat, biasa digunakan oleh mereka yang merancang rubrik dan mendesainnya ke dalam bentuk Koran visual digital yang akhirnya nanti akan dicetakkan ke bentuk aluminium sebagai master dari cetak kertas. Dari ruang redaksi kami menuju ruang cetak kertas yang luar biasa besar mesinnya. Tentunya ini sangat beda dengan proses produksi dari majalah Cyber Media IC selama ini. Dari sana kami tahu sebuah perjalanan panjang dari pembuatan Koran Suara Merdeka yang beredar setiap hari, namun ini sebenarnya ini bukan akhir dari proses pembuatan informasi yang bernama Koran, karena setelah cetak tentunya Koran ini akan didistrubusikan ke berbagai daerah di Jawa Tengah.
Ruang cetak ini merupakan tour terakhir dari kunjungan hari ini, namun setelah dari sana-sani kalau kita tidak foto-foto maka rasanya kurang afdol, maka acara selanjutnya adalah peyerahan cindera mata dari IC ke Suara Merdeka dan sebaliknya sambil foto bersama dengan Bapak Tete dari rubrik SwaraMuda. Kunjungan selesai, selanjutnya back to campus.

Semoga kunjungan ini membawa manfaat. Amin.